1. Pengertian
Administrasi
a. Asal kata
dari bahasa latin, ad dan ministrare. Ad artinya intensif dan ministrare
artinya melayani, membantu, atau memenuhi
b. Dalam bahasa
inggris “administration
c. KBBI, adalah
usaha dan kegiatan meliputi penetapan tujuan serta penetapan cara-cara
penyelenggaraan pembinaan organisasi; usaha dan kegiatan yang berkaitan dengan
penyelenggaraan pemerintahan; kegiatan kantor dan tata usaha
d. Dalam arti
sempit, adalah kegiatan penyusunan dan pencatatan data dan informasi secara
sistematis dengan tujuan menyediakan keterangan bagi pihak yang membutuhkan
serta memudahkan memperoleh kembali informasi secara keseluruhan dalam hubungan
satu sama lain, atau dengan kata lain disebut tata usaha
e. Dalam arti
luas, adalah kegiatan kerjasama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih
berdasarkan pembagian kerja yang telah ditentukan dalam struktur organisasi
dengan mendayagunakan sumber daya yang ada untuk mencapai tujuan secara efektif
dan efisien.
2. Unsur-Unsur
Administrasi
Menurut The Liang Gie dalam buku “Adminitrasi
Perkantoran Modern”terdiri dari delapan unsur:
a. Pengorganisasian
b. Manajemen
c. Tata
hubungan
d. Kepegawaian
e. Keuangan
f. Perbekalan
g. Tata usaha
h. perwakilan
3. Fungsi
Adminitrasi
Menurut Quible ada lima yaitu:
a. Fungsi
rutin: fungsi administrasi yan membutuhkan pemikiran minimal mencakup
pengarsipan dan penggandaan
b. Fungsi
teknis; fungsi administrasi membutuhkan pendapat, keputusan dan ketrampilan
perkantoran yang memadai
c. Fungsi
analisis: fungsi administrasi yang membutuhkan pemikiran yang kritis dan
kreatif disertai kemampuan mengambil keputusan, seperti membuat keputusan
pembelian
d. Fungsi
interpersonal: fungsi administrasi yang membutuhkan penilaian dan analisis
sebagai dasar pengambilan keputusan serta ketrampilan yang berhubungan dengan
orang lain seperti mengoordinasikan tim
e. Fungsi
manajerial: fungsi administrasi yang membutuhkan perencanaan, pengorganisasian,
pengukuran dan pemotivasian
1. Pengertian
a. Menurut
KBBI, adalah balai (gedung, rumah, ruang) tempat mengurus suatu pekerjaan
(perusahaan); tempat bekerja
b. Kantor
merupakan suatu unit organisasi yang terdiri dari tempat personil dan operasi
ketatausahaan.
2. Tujuan kantor
Memberikan pelayanan komunikasi dan perekaman
3. Fungsi
kantor
a. Menerima
informasi
b. Merekam
informasi
c. Mengatur
informasi
d. Memberi
informasi
e. Melindungi
aset/harta
1. William
Spriegel dan Ernest Davies
Dalam buku “Principles of Business Organization and
Operation”, manajemen kantor adalah pengarahan menyeluruh terhadap
kegiatan-kegiatan seperti transportasi, manufakturing, pergudangan, dan
penjualan
2. George R.
Terry
Dalam buku”Office Management and Control”, manajemen
kantor adalah perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian dan pengawasan
pekerjaan kantor dan pelaksanaannya untuk mencapai tujuan
3. Arthur
Granger
Dalam buku “National Office Management Association
Report”, manajemen kantor adalah fungsi dari tata penyelenggaraan pelayanan
komunikasi dan perekaman dari suatu organisasi.
4. William
Leffingwell dan Edwin Robinson
Dalam buku”Textbook of Office Management, manajemen
kantor sebagai suatu fungsi, yang merupakan cabang dari seni dan ilmu manajemen
yang berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan kantor secara efisien, kapan pun
dan dimana pun pekerjaan itu dilakukan.
5. W. H Evans
Dalam buku “Administrasi Perkantoran Modern”,
administrasi perkantoran sebagai fungsi yang berkaitan dengan manajemen dan
pengarahan semua tahap operasi perusahaan, yaitu proses pengolahan data,
komunikasi dan memori organisasi
6. Dalam arti
sempit, administrasi perkantoran adalah semua kegiatan yang bersifat teknis
ketatausahaan dari suatu perkantoran yang mempunyai peranan penting dalam
pelayanan terhadap pelaksanaan pekerjaan operatif, penyediaan keterangan bagi
pimpinan dan juga membantu dalam kelancaran perkembangan organisasi
1. Kegiatan
Kantor
a. Perencanaan perkantoran
(office planning)
1) Perencanaan
gedung
2) Tata ruang
kantor
3) Penerangan/cahaya
4) Ventilasi
5) Perlengkapan
peralatan dan perabotan kantor
6) Metode-metode
dan standarisasi pekerjaan kantor
7) Anggaran
(budgeting) perkantoran
8) Standar kualitas
kerja
9) Sistem
informasi dan telekomunikasi
b. Pengorganisasian
perkantoran (office organizing)
1) Pembagian
tugas dan pekerjaan agar lebih efisien dalam organisasi/perusahaan
2) Pemeliharaan
hubungan kerja yang baik dengan atasan ataupun bawahan
3) Penyediaan
peralatan/perlengkapan yang tepat, sesuai dengan jenis pekerjaan untuk
memudahkan karyawan dalam melakukan pekerjaan
c. Pengarahan
perkantoran (office actuating)
1) Penggunaan
teknik yang efektif dalam melakukan pengawasan terhadap bawahan
2) Penggunaan
teknik yang efektif dalam memberikan motivasi terhadap bawahan
3) Pemberian
bantuan kepada karyawan dalam memecahkan masalah ketika karyawan menghadapi
kesulitan dalam pekerjaan
4) Penyatuan
visi, misi karyawan dan organisasi
5) Perancangan
cara komunikasi yang efektif dengan karyawan, agar komunikasi antara atasan
dengan bawahan dapat berjalan lancar
6) Penggunaan
tolak ukur yang adil dalam memberikan gaji kepada karyawan
d. Pengawasan
perkantoran (office controlling)
1) Penggunaan
peralatan dan perabot kantor
2) Metode-metode
dan standarisasi pekerjaan kantor
3) Kualitas
pekerjaan kantor
4) Pelayanan
kantor
5) Waktu
6) Biaya
perkantoran
2. Sarana dan
Fasilitas Kerja Perkantoran
a. Lokasi
kantor
Faktor yang
perlu diperhatikan dalam menentukan lokasi kantor:
1) Faktor
keamanan
2) Faktor
lingkungan
3) Faktor harga
b. Gedung
Faktor yang
perlu diperhatikan:
1) Menjamin
keamanan dan kesehatan karyawan
2) Memiliki
fasilitas yang memadai
3) Harga gedung
yang kompetitif (seimbang dengan biaya dan keuntungan)
c. Peralatan
1) Perabotan
kantor (office furniture): meja, kursi, rak, laci-laci, dll
2) Perbekalan
kantor (office supplies): kertas, pena, tinta printer, penghapus dan peralatan
habis pakai lainnya
d. Interior
Adalah
tatanan perabot/perangkat kantor yang menunjang pelaksanaan kerja dalam ruang
kantor, seperti penerangan, ventilasi, plafon, jendela, dan hiasan kantor
e. Mesin-mesin
kantor
Disesuaikan
dengan prosedur kerja, metode kerja dan kebutuhan kantor
MODUL 2
MENDESKRIPSIKAN FUNGSI PEKERJAAN KANTOR
MENDESKRIPSIKAN FUNGSI PEKERJAAN KANTOR
1. Asal kata
dari bahasa yunani, “Organon”. Dalam bahasa latin “Organum”artinya alat,
bagian, anggota atau badan
2. KBBI =
Adalah kesatuan (susunan) yang terdiri atas bagian-bagian (orang) dalam
perkumpulan untuk mencapai tujuan tertentu; kelompok kerja sama antara
orang-orang yang diadakan untuk mencapai tujuan bersama.
3. James D.
Mooney (Dalam buku The Principles of Organization) adalah setiap bentuk
perserikatan manusia untuk mencapai suatu tujuan bersama.
4. Chester I.
Barnard (Buku The Functions of The Executive) adalah suatu sistem mengenai
usaha-usaha kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.
5. J. Willian
Schulze, adalah suatu penggabungan dari orang-orang, benda-benda, alat-alat
perlengkapan, ruang kerja dan segala sesuatu yang bertalian dengannya, yang
dihimpun dalam hubungan yang teratur dan efektif untuk mencapai suatu tujuan
yang diinginkan.
6. Kamus
administrasi, adalah suatu usaha kerja sama dari sekelompok orang untuk
mencapai tujuan tertentu.
Kesimpulan dari definisi, ciri-ciri organisasi sebagai
berikut:
1. Terdapat
sekelompok orang (dua atau lebih)
2. Ada kerja
sama
3. Ada tujuan
bersama
1. Prinsip
perumusan tujuan
2. Pembagian
kerja
3. Pendelegasian
kekuasaan/wewenang
4. Tingkat
pengawasan
5. Rentang
manajemen
6. Kesatuan
perintah
7. Koordinasi
Berdasarkan
pola hubungan kerja serta alur wewenang dan tanggung jawabnya dibagi menjadi 3
macam:
1. Organisasi
Garis/Lini
Ciri-ciri:
- Organisasi
dibagi ke dalam unit-unit kerja yang bulat pada tingkat-tingkat jenjang yang
diperlukan
- Wewenang
dari pucuk pimpinan mengalir langsung kepada para pemimpin unit pada tata
jenjang organisasi
- Masing-masing
unit memegang wewenang dan tanggung jawab penuh
- Semua
karyawan menerima instruksi dan petunjuk langsung dari pimpinan unit
- Lalu lintas
wewenang dan tanggung jawab berjalan tegak lurus dan vertikal melalui saluran
tunggal
Kelebihan:
- Kesatuan
perintah lebih terjamin, karena pimpinan berada pada satu tangan
- Proses
pengambilan keputusan dapat berjalan lebih cepat
- Rasa
kesetiakawanan antar karyawan lebih tinggi karena lebih saling kenal
Kekurangan:
- Seluruh
organisasi sangat bergantung pada satu orang sehingga jika pimpinan tersebut
tidak mampu maka akan terancam jatuh organisasi tersebut.
- Pimpinan
lebih cenderung otoriter
- Karyawan
lebih sulit berkembang
2. Organisasi
Garis dan Staf
Ciri-ciri:
-
- Pimpinan
mengangkat tenaga staff
- Unit-unit
organisasi disusun menurut garis lurus
Kelebihan:
- Memudahkan
untuk pengambilan keputusan yang tepat karena adanya staff ahli
- Cocok
digunakan pada organisasi besar yang memiliki tugas dan tujuan yang luas
- Lebih mudah
untuk menerapkan “The Right man on the right place”
Kekurangan:
- Kesetiakawanan
antar karyawan sulit dibina karena luasnya organisasi dan jumlah karyawannya
yang banyak sehingga karyawan tidak saling mengenal
- Koordinasi
sulit dilakukan karena kompleksnya susunan organisasi
3. Organisasi
fungsional
Ciri-ciri:
- Seorang
pimpinan tidak mempunyai bawahan yang jelas
- Setiap
pimpinan berwenang memberikan perintah
- Spesialisasi
setiap bawahan dapat dikembangkan dan dimanfaatkan semaksimal mungkin
Kelebihan:
- Pembagian
tugas lebih jelas
- Spesialisasi
karyawan dapat dikembangkan dan dimanfaatkan semaksimal mungkin
Kekurangan:
- Sulit
melakukan tour of duty (perputaran pekerjaan)
- Karyawan
merasa ahli sehingga sulit bekerjasama dan lebih mementingkan spesialisasinya
- Tidak ada
kesatuan perintah
1. George R.
Terry, pekerjaan kantor meliputi penyampaian keterangan secara lisan dan
pembuatan warkat-warkat tertulis dan laporan-laporan sebagai cara untuk
meringkaskan banyak hal dengan cepat, guna menyediakan suatu landasan fakta
bagi tindakan pengawasan pimpinan
2. Willian
Leffingwell dan Edwin Robinson, menekankan kepada warkat-warkat dari badan
usaha, pembuatan warkat-warkat, dan pemeliharaannya untuk digunakan mencari
keterangan di kemudian hari
3. Geoffrey
Mills dan Oliver Standing Ford, menekankan kepada fungsi kantor, yaitu
menyediakan suatu pelayanan mengenai komunikasi dan warkat, antara lain
menerima, mencatat, mengolah, memberikan keterangan, dan melindungi harta
kekayaan.
1. Memberikan
pelayanan terhadap pelaksanaan pekerjaan-pekerjaan operatif untuk mencapai
tujuan organisasi
2. Menyediakan
informasi/keterangan bagi pimpinan organisasi untuk membuat keputusan.
3. Membantu
kelancaran perkembangan organisasi secara keseluruhan
a. Menghimpun
Contoh: mengumpulkan data, mencari informasi, membuat
kliping, serta mengumpulkan berita dan menyusunnya.
b. Mencatat
Contoh: membuat surat, notula, mencatat kegiatan, dan
membuat tulisan di berbagai media
c. Menggandakan
Contoh: foto kopi, mencetak informasi dengan printer
atau risograph
d. Mengirim
Mengirim surat lewat pos, faksimile, email dan
mendistribusikan informasi
e. Menyimpan
Contoh: menyimpan surat/arsip, menyimpan
data/informasi ke komputer dan menyusun buku di perpustakaan
f. Melakukan
komunikasi
Contoh: bertelepon, korespondensi, chatting dan
teleconference
g. Menghitung
Contoh: menghitung data penjualan, keuangan, dan
jumlah sarana dan prasarana
h. Pekerjaan
lainnya
Contoh: pelayanan tamu, kurir dan petugas kebersihan
kantor
Menurut
George R. Terry, , persentase pekerjaan kantor untuk menunjang tugas utama
perusahaan adalah :
1. Typing :
24,6%
2. Calculating
: 19,5%
3. Checking :
12,3%
4. Filling :
10,2%
5. Telephoning
: 8,8%
6. Duplicating
: 6,4%
7. Mailing :
5,5%
8. Other :
12,7%
Total : 100%
1. Bersifat
pelayanan
2. Terbuka dan
luas
3. Dilaksanakan
oleh semua pihak dalam organisasi
1. Surat
Adalah media komunikasi tertulis yang berisi buah
pikiran atau informasi yang disampaikan kepada pihak lain untuk mendapatkan
tanggapan.
Kegunaan surat:
- Sebagai alat
komunikasi secara tertulis
- Sebagai alat
pengingat jika sewaktu-waktu diperlukan
- Sebagai alat
bukti tertulis yang sangat otentik
- Dapat
menjadi nilai historis
- Sebagai duta
organisasi
- Sebagai
dasar dalam pengambilan keputusan pimpinan
Hal yang
perlu diperhatikan dalam membuat surat
- Gunakan
kertas yang baik, HVS ukuran A4 untuk perusahaan swasta dan ukuran folio (F4)
untuk pemerintahan
- Surat dibuat
lengkap dengan bagian-bagian surat yang terstruktur dan bentuk yang dipilih
- Bahasa harus
dibuat dengan baeik, lugas, jelas, padat dan tidak bertele-tele
- Gunakan
bahasa indonesia yang baik dan benar
2. Laporan
Adalah suatu bentuk penyampaian informasi, data, atau
berita baik secara lisan maupun tertulis. Didalam laporan terdapat kegiatan
pencatatan, pengumpulan, pemeriksaan, pengetikan dan pengolahan data.
1) Fungsi
laporan:
- Sebagai
bahan pertanggungjawaban
- Alat
menyampaikan informasi
- Alat
pengawasan
- Bahan
penilaian
- Bahan
pengambilan keputusan
2) Hal-hal yang
perlu diperhatikan dalam membuat laporan:
- Harus jelas
dan cermat
- Mengandung
kebenaran dan objektifitas
- Lengkap
- Tegas dan
konsisten
- Langsung
mengenai sasaran
- Disampaikan
kepada orang dan alamat tujuan yang tepat
- Disertai
dengan saran-saran
- Tepat waktu
3) Jenis-jenis
laporan:
a. Laporan
berdasarkan waktu
- Laporan
berkala à laporan yang dibuat secara periodik
atau rutin dalam jangka waktu tertentu (laporan harian, mingguan, bulanan, atau
tahunan). Contoh : laporan kehadiran karyawan setiap bulan.
- Laporan
insidental à laporan yang dibuat apabila
diperlukan
b. Laporan
berdasarkan bentuk
- Laporan
berbentuk surat à laporan yang dibuat secara tertulis
dalam bentuk surat, isinya antara satu sampai empat halaman. Contoh: laporan
jumlah siswa yang keluar dari suatu sekolah
- Laporan
berbentuk naskah à laporan disampaikan dalam bentuk
naskah, baik naskah pendek maupun panjang. Contoh: laporan kegiatan kepanitiaan
atau notulen rapat.
- Laporan
berbentuk memo à laporan yang ditulis menggunakan
memo. Umumnya isi laporan pendek, untuk keperluan intern dan dilakukan antar
pejabat/pimpinan.
c. Laporan
berdasarkan penyampaian
- Laporan
lisan à laporan yang disampaikan secara
langsung
- Laporan
tertulis à contoh: surat, naskah dan memo
- Laporan
visual à laporan yang disampaikan melalui
penglihatan. Contoh: disampaikan melalui media presentasi (power point)
d. Laporan
berdasarkan sifat
- Laporan
biasa à laporan yang isinya bersifat biasa
dan tidak rahasia, sehingga jika laporan terbaca orang lain tidak menimbulkan
dampak negatif
- Laporan
penting à laporan yang isinya bersifat
penting dan rahasia, sehingga hanya orang tertentu saja yang boleh
mengetahuinya.
e. Laporan
berdasarkan isinya
- Laporan
informatif à laporan yang isinya hanya berisi
informasi saja
- Laporan
rekomendasi à laporan yang isinya bersifat
penilaian sekilas tanpa adanya pembahasan lebih lanjut
- Laporan
analisa à laporan yang isinya berupa hasil
analisa secara mendalam
- Laporan
kelayakan à laporan yang isinya berisi tentang
hasil penentuan kelayakan atau pemilihan mana yang terbaik
- Laporan
pertanggungjawaban à laporan
yang berisi pertanggungjawaban tugas seseorang atau kelompok kepada atasan yang
memberi tugas tersebut.
4) Langkah-langkah
membuat laporan
- Menentukan
masalah yang akan dilaporkan
- Mengumpulkan
bahan, data dan fakta
- Mengklasifikasi
data
- Mengevaluasi
dan mengolah data
- Membuat
kerangka laporan
Kerangka
laporan terdiri dari:
a. Pendahuluan
- Maksud dan
tujuan penulisan laporan
- Masalah
pokok yang dilaporkan
- Sistematika
laporan
b. Batang tubuh
- Data dan
fakta pelaksanaan kegiatan
- Kesesuaian
pelaksanaan dengan perencanaan
- Masalah yang
terjadi
- Pembahasan
masalah
c. Penutup
- Kesimpulan,
dan
- Saran
3. Formulir
Adalah lembaran kartu atau kertas dengan ukuran
tertentu yang didalamnya terdapat data atau informasi yang bersifat tetap, dan
ada beberapa bagian lain yang akan di isi dengan informasi yang tidak tetap
a. Keuntungan
membuat formulir
1) Menghemat
waktu, tenaga, dalam hal penulisan serta menghemat biaya dalam hal penggunaan
kertas
2) Memudahkan
dalam penyimpanan dan pencatatan
3) Adanya
keseragaman
4) Mengurangi
kegiatan foto kopi
b. Fungsi
formulir
1) Mencari
suatu keterangan
2) Menghimpun
data yang sama
3) Menyampaikan
informasi yang sama
4) Sebagai
bukti fisik
5) Sebagai
dasar petunjuk untuk bekerja
c. Hal-hal yang
perlu diperhatikan dalam membuat formulir
1) Setiap
formulir yang dibuat harus mempunyai kegunaan yang jelas
2) Perhatikan
efektivitas dan efisiensi formulir
3) Ada
standarisasi dalam pembuatan formulir
4) Informasi
dibuat secara tersusun dengan rapi, logis dan praktis
5) Dibuat
secara sederhana
6) Untuk bagian
yang akan di isi informasi, perlu disediakan ruang kosong yang cukup
7) Harus ada
judul nama formulir
8) Menggunakan
ukuran tertentu sesuai kebutuhan
9) Cantumkan
nama organisasi untuk formulir ke luar kantor
10) Perancangan
desain formulir harus dilakukan sebaik mungkin dan direncanakan secara matang
4. Berbagai
macam dokumen tertulis
Dokumen tertulis lain: tabel, peta, grafik, gambar,
buku atau paper
Hasil jasa pekerjaan kantor: kegiatan melayani tamu
atau kegiatan memberikan informasi secara langsung
5. Arsip
Merupakan data atau catatan berupa tulisan baik
tercetak atau terekam berupa informasi yang telah terjadi atau berkaitan dengan
masa lalu yang disimpan menurut suatu cara tertentu sehingga informasi tersebut
dapat digunakan dengan lebih baik dan lebih lama.
Pengertian
sarana menurut KBBI, adalah segala sesuatu yang dapat dipakai sebagai alat
dalam mencapai maksud atau tujuan; alat
Prasarana
adalah segala sesuatu yang merupakan penunjang utama terselenggaranya suatu
proses (usaha, pembangunan, proyek)
1. Peralatan/Perlengkapan
Kantor (Offiece Supplies)
Peralatan/perlengkapan adalah alat atau bahan yang
digunakan untuk membantu pelaksanaan pekerjaan kantor, sehingga menghasilkan
suatu pekerjaan yang diharapkan selesai lebih cepat, lebih tepat, dan lebih baik.
a. Peralatan/perlengkapan
dilihat dari bentuknya
1) Berbentuk
lembaran
2) Berbentuk
non lembaran
3) Berbentuk
buku
b. Peralatan/perlengkapan
dilihat dari penggunaannya
1) Barang habis
pakai
2) Barang tidak
habis pakai
2. Mesin-Mesin
Kantor (Office Machine)
3. Mesin
Komunikasi Kantor
4. Perabot
Kantor (Office Furniture)
5. Interior
Kantor (Office Arrangement)
6. Tata Ruang
Kantor (Office Lay Out)
Definisi ruang kantor:
1. Drs. The
Liang Gie, dalam buku administrasi perkantoran modern, adalah penyusunan
alat-alat pada letak yang tepat serta pengaturan kerja yang memberikan kepuasan
bekerja bagi para karyawan
2. Littlefield
dan Peterson, dalam buku Modern Office Management, tata ruang kantor dapat
dirumuskan sebagai penyusunan alat perlengkapan [ada luas ruang yang tersedia
a. Tujuan tata
ruang
1) Memberikan
kenyamanan kepada karyawan
2) Memanfaatkan
ruangan kantor dengan maksimal, sehingga tidak ada ruang yang tidak berguna
3) Memudahkan
arus komunikasi dan arus kerja
4) Memudahkan
dalam pengawasan
5) Memudahkan
dalam pemberian pelayanan
6) Memudahkan
gerak karyawan dalam bekerja
7) Memberikan
rasa aman dan keleluasaan pribadi
8) Menjauhkan
dari kebisingan yang terjadi
9) Memberikan
pencitraan yang baik kepada pelanggan maupun tamu perusahaan
b. Bentuk-bentuk
tata ruang kantor
1) Ruang kantor
terbuka
Adalah
ruangan dimana semua kegiatan karyawan dilakukan bersama-sama dalam satu
ruangan tanpa dipisahkan oleh tembok ataupun penyekat dari kayu
a) Keuntungan
- Mudah
merubah ruangan
- Mudah dalam
berkomunikasi
- Mudah dalam
pengawasan
- Menghemat
penggunaan
- Memudahkan
penempatan, penggunaan dan perawatan peralatan kerja
- Cahaya mudah
masuk dan udara mudah beredar, sehingga suasana lebih segar
b) Kerugian
- Sulit
melakukan pekerjaan rahasia
- Kebisingan
akan membuat konsentrasi kerja terganggu
- Karyawan
kurang leluasa dalam hal menyangkut pribadi
2) Ruang kantor
tertutup
Ruangan
dipisahkan oleh tembok-tembok atau penyekat yang terbuat dari kayu
a) Keuntungan
- Pekerjaan
yang sifatnya rahasia dapat terjaga
- Pimpinan
maupun karyawan dapat bekerja lebih tenang, karena terhindar dari kebisingan
- Karyawan
lebih leluasa dalam bekerja
b) Kerugian
- Pengawasan
lebih sulit karena terhalang oleh penyekat
- Cahaya sulit
masuk dan udara lebih sulit beredar sehingga suasana lebih pengap dan gerah.
- Perubahan
tempat lebih sulit dilakukan
3) Ruang kantor
semi tertutup
Ruangan yang
disekat hanya setinggi 1,5 meter.
a) Keuntungan:
menjaga privasi kerja
b) Kerugian:
perubahan tempat lebih sulit dilakukan
c. Pedoman
pembuatan tata ruang kantor
1) Asas-asas
tata ruang kantor
a) Asas jarak
terpendek
b) Asas
rangkaian kerja
c) Asas
penggunaan seluruh ruangan
d) Asas
integrasi kegiatan
e) Asas
perubahan susunan tempat kerja
f) Asas
keamanan dan kepuasan karyawan
2) Prinsip-prinsip
tata ruang kantor
a) Bagian atau
fungsi kerja yang berhubungan ditempatkan berdekatan
b) Pekerjaan
dilakukan secara berkesinambungan dalam garis lurus
c) Alur kerja
harus sederhana
d) Perlengkapan
kantor diletakan dekat karyawan yang menggunakannya
e) Sebaiknya
meja dan kursi dalam satu bagian mempunyai ukuran yang sama
f) Perhatikan
cahaya, sebaiknya tidak ada karyawan yang menghadap cahaya langsung
g) Jika
pekerjaannya banyak berhubungan dengan masyarakat, sebaiknya ditempatkan di
bagian terdepan
h) Jika ada
pekerjaan yang dapat mendatangkan kebisingan, sebaiknya dijauhkan dari
bagian-bagian yang lain dan ditempatkan dekat jendela
3) Faktor yang
mempengaruhi tata ruang kantor
a) Sistem
pencahayaan/penerangan
Ada empat
jenis pencahayaan:
· Natural lighting= sinar matahari
· Task lighting
· Ambient lighting= lampu-lampu
langit-langit
· Accent lighting=daerah-daerah
tertentu
Sistem
pencahayaan/penerangan ada empat:
· Penerangan direct
· Penerangan semi direct
· Penerangan indirect
· Penerangan semi indirect
b) Sistem warna
Menurut
Darul Amin Jemmy, warna-warna yang lembut akan cocok dengan suasana kerja,
diantaranya: abu-abu cerah, krem, warna gading (broken white), dan warna
lainnya yang memiliki tingkat pantul cahaya yang dianjurkan.
Macam-macam
warna:
· Warna primer: merah, biru, kuning
· Warna sekunder: warna yang
dihasilkan dari campuran warna primer
· Warna tersier: campuran dari warna
primer dan sekunder
Arti warna
dan efek psikologis:
· Merah:berani, sensual, merah
· Kuning: kehangatan, bercahaya dan
cerah
· Hijau: alami
· Biru: harmonis, tenang, lapang
· Putih: orisinal, ringan, polos,
tenteram, nyaman, terang
· Merah muda: ceria, romantis
· Oranye: bersahabat, hampir sama
dengan merah, dll
Pertimbangan
dalam memilih warna ruang:
· Ukuran ruang
· Lokasi bangunan
· Lokasi ruangan
· Tipe ruang
· Bentuk ruang
· Tinggi ruang
Keuntungan
penggunaan warna yang sesuai
· Kantor lebih menarik dan
menyenangkan
· Ruangan tidak terlalu silau akibat
cahaya yang berlebihan
· Karyawan dapat bekerja lebih
semangat, tenang, dan gembira
· Produktivitas kerja karyawan akan
meningkat
· Karyawan merasa lebih lega dan rasa
tertekan dapat berkurang
· Dapat meningkatkan citra yang baik
bagi perusahaan
c) Sistem
pengaturan udara ruangan
Prof.
Sutarman, seorang Guru Besar Fisiologi Fakultas Kedoktera UI menyatakan “beban
panas yang berlebihan dapat menurunkan prestasi kerja”. Suhu udara untuk
kondisi bekerj dengan nyaman adalah 25,60C.
Cara
mengatasi udara yang panas dan lembab, yaitu:
- Ruangan
kantor menggunakan AC yang dapat mengatur suhu secara otomatis
- Membuat
ventilasi (lubang udara) yang cukup
- Memakai
pakaian kerja yang sesuai dengan kondisi ruang
Keuntungan
pengaturan udara yang tepat dan baik:
- Karyawan
lebih nyaman dalam bekerja
- Semangat
kerja karyawan dapat meningkat
- Kesehatan
karyawan lebih terpelihara
- Produktivitas
kerja lebih meningkat
- Kualitas
kerja menjadi lebih baik
- Memberi
kesan yang baik kepada tamu
d) Sistem
penataan suara
Suasana yang
diperlukan dalam bekerja adalah tenang terutama yang membutuhkan konsentrasi.
Tapi jika gaduh dapat menimbulkan produktivitas menurun.
Berikut hal
yang ditimbulkan akibat suara gaduh:
- Konsentrasi
karyawan terganggu
- Semangat
kerja karyawan menuru
- Dapat
terjadi gangguan mental/saraf karyawan
- Karyawan
tambah lelah
- Kesalahan
kerja banyak terjadi
- Produktivitas
kerja rendah
Cara
mengurangi tingkat kebisingan:
- Ruangan
diberi penyadap suara
- Di bawah
mesin tik diberi alas karet. Sehingga suaranya dapat diredam
- Pengadaan
printer usahakan tidak terlalu bersuara (laser)
- Gerakan
disiplin karyawan harus mendapat perhatian
- Tempat
pesawat telepon usahakan di tempat khusus
Kegiatan pengelolaan sarana dan prasarana kantor
meliputi: pengadaan, penyimpanan, pemeliharaan, inventarisasi, dan laporan
sarana dan prasarana.
1. Pengadaan
Adalah semua
kegiatan penyediaan sarana dan prasarana (perbekalan) untuk menunjang
pelaksanaan tugas.
Hal-hal yang
perlu diperhatikan dalam menyusun perencanaan sarana dan prasarana kantor:
· Gunakan prosedur pengelolaan sarana
dan prasarana
· Tentukan jenis, kuantitas dan
kualitas sarana dan prasarana yang dibutuhkan
· Sediakan dan gunaka sarana dan
prasarana dalam kegiatan operasional
· Penyimpanan dan pemeliharaan sarana
dan prasarana
· Kumpulkan dan kelola data sarana dan
prasarana
· Penghapusan sarana dan prasarana
sesuai dengan prosedur yang berlaku
Spesifikasi
barang yang perlu direncanakan:
a. Barang habis
pakai
Kegiatan perencanaan barang habis pakai:
1) Menyusun
daftar perlengkapan yang sesuai dengan kebutuhan
2) Menyusun
perkiraan biaya yang diperlukan untuk pengadaan barang
3) Menyusun
rencana pengadaan barang
b. Barang tak
habis pakai
1) Menyusun dan
menganalisa keperluan perlengkapan sesuai dengan rencana kegiatan serta
memperhatikan perlengkapan yang masih ada
2) Memperkirakan
biaya perlengkapan
3) Menetapkan
skala prioritas menurut dana yang tersedia
4) Menyusun
rencana pengadaan tahunan
c. Barang tidak
bergerak
1) Tanah
Perencanaan
tanah sebagai berikut;
a) Menyusun
rencana pengadaan tanah
b) Mengadakan
survei untuk menentukan lokasi tanah
c) Mengadakan
survei terhadap adanya sarana jalan
d) Mengadakan
survei harga dilokasi
e) Mengajukan
rencana anggaran kepada satuan organisasi yang ditetapkan baik di daerah maupun
pusat, dengan melampirkan data yang disusun dari hasil survey
2) Bangunan
Perencanaan
bangunan meliputi:
a) Mengadakan
survei tentang keperluan bangunan
b) Mengadakan
perhitungan luas bangunan
c) Menyusun
rencana anggaran biaya
d) Menyusun
tahapan rencana anggaran yang disesuaikan dengan rencana tahapan pelaksanaan
secara teknis, serta memperkirakan anggaran yang disediakan dengan
memperhatikan skala prioritas
Langkah-langkah
dalam pengadaan barang atau bahan kantor;
a. Bagian yang
membutuhkan barang membuat surat permohonan atau daftar permintaan barang ke
bagian gudang
b. Petugas
gudang memeriksa persediaan atau stok barang di gudang
c. Surat
diserahkan ke bendahara. Kemudian, bendahara akan memeriksa kebutuhan
barang/bahan kantor
d. Selanjutnya
meminta persetujuan kepada pimpinan/kepala
e. Sebelum
barang diterima, barang tersebut diperiksa atau diuji (kuantitas dan
kualitasnya)
f. Sesudah
dicatat barang-barang disimpa di gudang untuk didistribusikan ke unit yang
membutuhkan
2. Penyimpanan
Adalah
kegiatan yang dilakukan oleh satuan kerja atau petugas gudang untuk menampung
hasil pengadaan barang/bahan kantor, baik berasal dari pembelian, instansi
lain, atau yang diperoleh dari bantuan
a. Tujuan
penyimpanan barang/bahan kantor:
1) Agar barang
tidak cepat rusak
2) Agar tidak
terjadi kehilangan barang
3) Agar
tersusun rapi sehingga mudah ditemukan apabila barang tersebut dicari
4) Memudahkan
dalam pengawasan
5) Memudahkan
dalam analisa
b. Sebelum
penyimpanan dilakukan sebaiknya memperhatikan:
1) Persediaan
alat-alat pemeliharaan yang diperlukan
2) Pergudangan
yang memenuhi syarat-syarat yang ditentuka
3) Sifat barang
yang disimpan
4) Sarana
penyimpanan dan pemeliharaan
5) Prosedur dan
tata kerja
6) Biaya yang
disediakan
7) Tenaga yang
diperlukan
8) Jangka waktu
penyimpanan
c. Cara
penyimpanan barang/bahan kantor:
1) Barang
disimpan berdasarkan klasifikasi (jenis, berat, merek dan satuan barang)
2) Barang
disimpan dalam keadaan bersih
3) Barang
disimpan dalam ruangan yang cukup ventilasi
4) Barang disimpan
ditempat yang memadai
5) Barang
disimpan rapi dengan kode yang telah ditentukan agar mudah dicari
6) Barang
disimpan harus terhindar dari sengatan matahari atau siraman air
7) Barang
disimpan harus di ruangan yang dapat dikunci
8) Barang yang
disimpan harus sudah dihitung dan dicatat dalam buku persediaan
9) Barang yang
biasanya dikeluarkan lebih cepat sebaiknya diletakkan di bagian terdepan
sebaliknya barang yang dikeluarkan lebih lama disimpan lebih dalam
3. Pemeliharaan
Adalah
kegiatan terus menerus untuk mengusahakan agar barang/bahan kantor tetap dalam
keadaan baik atau siap untuk dipakai
Tujuan
pemeliharaan sarana dan prasarana kantor;
· Agar barang tidak mudah rusak karena
hama/suhu/cuaca
· Agar barang tidak mudah hilang
· Agar barang tidak kadaluarsa
· Agar barang tidak mudah susut
· Agar sarana dan prasarana selalu
dalam keadaan bersih
Kegiatan
pemeliharaan sarana dan prasarana dapat dilakukan dengan berbagai cara:
a. Pemeliharaan
berdasarkan waktu
1) Pemeliharaan
sehari-hari
2) Pemeliharaan
berkala (menurut jangka waktu tertentu, seminggu sekali, sebulan sekali, dll)
b. Pemeliharaan
berdasarkan jenis barang
1) Pemeliharaan
barang bergerak: kendaraan bermoto, mesin kantor dan alat elektronik
2) Pemeliharaan
barang tidak bergerak: membersihkan debu-debu yang menempel pada alat,
sebaiknya dilakukan setiap hari
Contoh
kegiatan pemeliharaan sarana dan prasarana:
· Sediakan kamper (kapur barus) untuk
mencegah hama atau lakukan penyemprotan
· Bersihkan sarana dan prasarana agar
bebas dari debu
· Sediakan alat pemadam kebakaran
· Jangan menyimpan bahan bakar
· Pasang pengumuman dilarang merokok
· Gunakan sarana dan prasarana sesuai
SOP (Standard Operating Procedure)
· Pisahkan barang-barang yang rusak
dan tidak rusak
· Perbaiki barang-barang yang rusak
· Simpan barang-barang dengan baik dan
benar
· Simpan kembali barang yang telah
digunakan pada tempat semula
· Matikan listrik dan AC sebelum
pulang kera
· Tutup rapat laci dan lemari agar
binatang kecil tidak mudah masuk
· Tutup jendela ruangan sebelum pulang
kerja
4. Inventarisasi
Tujuan
inventarisasi sarana dan prasarana;
· Agar peralatan tidak mudah hilang
· Adanya bukti secara tertulis
terhadap kegiatan pengelolaan barang sehingga dapat dipertanggungjawabkan
· Memudahkan dalam pengecekan barang
· Memudahkan dalam pengawasan
· Memudahkan ketika mengadakan
kegiatan mutasi/penghapusan barang
Untuk
memudahkan inventarisasi diperlukan buku-buku atau format pencatatan
a. Buku induk
inventaris
Adalah buku yang digunakan untuk mencatat semua barang
inventaris yang sudah/pernah dimiliki oleh suatu kantor.
b. Buku
golongan barang inventaris
Adalah buku pembantu yang digunakan untuk mencatat
barang-barang inventaris menurut golongan yang telah ditentukan, masing-masing
berdasarkan klasifikasi kode barang yang telah ditentukan. Buku ini digunakan
untuk mencatat barang yang tidak habis pakai.
c. Buku catatan
barang noninventaris
Adalah buku yang digunakan untuk mencatat semua barang
noninventari (barang yang belum diketahui statusnya) yang dimiliki oleh suatu kantor.
5. Laporan
sarana dan prasarana
Adalah suatu
kegiatan yang bertujuan untuk melaporkan keadaan sarana dan prasarana kantor,
baik persediaan, mutasi maupun keadaan fisik dari sarana dan prasarana tersebut
dalam periode waktu tertentu. Laporan ini biasanya dibuat dalam jangka waktu
tiga bulan, enam bulan atau satu tahun.
a. Fungsi
adanya laporan sarana dan prasarana
1) Sebagai
bahan pertanggungjawaban
2) Sebagai
pengendali persediaan
3) Memberikan
informasi tentang barang yang tersedia dan mutasi barang
4) Sebagai
dasar/bahan dalam pengambilan keputusan pimpinan
b. Dalam
menyampaikan laporan secara tertulis kepada pimpinan, sebaiknya dilampiri
dengan beberapa bukti atau catatan pendukung, diantaranya:
1) Bukti
penerimaan barang
2) Bukti
pembelian barang
3) Bukti
pengeluaran barang
4) Kartu barang
5) Kartu
persediaan
6) Daftar
inventaris
7) Daftar
rekapitulasi barang inventaris
c. Teknik
pembuatan laporan dapat disusun sebagai berikut;
1) Memeriksa
barang
2) Menghitung
persediaan barang awal tahun anggaran
3) Menghitung
penerimaan dan pengadaan barang
4) Menghitung
pengeluaran barang
5) Menghitung
sisa persediaan
6) Mencatat
mutasi barang
7) Melaporkan
kepada atasan atau pimpinan
Menurut
KBBI, personil kantor adalah pegawai; anak buah; awak. Tentunya kita sering
mendengarnya dengan istilah karyawan.
1. Pegawai
negeri: pegawai yang bekerja pada instansi pemerintah dan digaji oleh
pemerintah
2. Pegawai swasta:
pegawai yang bekerja pada perusahaan swasta/di luar instansi pemerintah dan
digaji oleh perusahaan swasta tersebut
3. Pegawai
tetap: pegawai yang sudah diangkat resmi memiliki status pegawai dengan gaji
dan tunjangan tetap, baik bekerja di instansi pemerintah maupun swasta
Jadi dapat
disimpulkan bahwa personil kantor adalah orang-orang atau karyawan/pegawai yang
menjalankan atau melayani pekerjaan-pekerjaan dalam suatu organisasi/kantor
pemerintahan atau swasta untuk mencapai suatu tujuan tertentu, dengan mendapat
imbalan jasa berupa gaji dan tunjangan.
1. Administrator
atau petugas pelaksana administrasi
Adalah orang yang menentukan garis-garis besar
kebijakan dan tujuan yang harus dijalankan oleh kantor sebagai pedoman dalam
melaksanakan kegiatan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan
2. Manajer
Adalah orang yang memimpin pelaksanaan kerja,
menggerakan orang lain/para staf, mengelola dan mendayagunakan uang, peralatan,
sarana dan prasarana kantor untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan
3. Staf atau
pembantu ahli
Adalah para tenaga ahli yang karena kecakapan dan
kemampuan dalam bidangnya, bertugas membantu administrator dan manajer dalam
melaksanakan pekerjaan-pekerjaan kantor
4. Worker atau
pegawai/pekerja
Adalah para karyawan yang langsung digerakan oleh
manajer dalam melaksanakan pekerjaan-pekerjaan kantor
Besar
kecilnya tugas dan tanggung jawab personil, tergantung jenis dan besarnya suatu
organisasi/kantor. Secara umum tugas dan tanggung jawab personil kantor sebagai
berikut;
1. Kepala
kantor/pimpinan kantor/direktur kantor, bertugas memantau dan bertanggung jawab
terhadap kelancaran aktivitas kantor secara keseluruhan
2. Administrasi
bertugas mengelola urusan rumah tangga kantor dan bertanggung jawab mencatat
dan menyimpan semua warkat atau surat keluar dan masuk
3. Bagian
keuangan atau kasir, bertanggung jawab terhadap pengelolaan keuangan, mengatur
arus kas keluar dan kas masuk
4. Sekretaris,
bertanggung jawab membuat agenda dan jadwal kegiatan kerja pimpinan, juga untuk
karyawan di bagian lainnya, serta membuat surat keluar
5. Penerima
tamu, bertanggung jawab atas pelayanan terhadap tamu atau orang-orang yang
mempunyai kepentingan terhadap kantor
Umumnya
perangkat kerja yang dibutuhkan berupa meja/kursi kerja, lemari arsip/filing
cabinet, alat tulis, kertas tulis, komputer, mesin tik, pesawat telepon, dan
lain sebagainya.
Perangkat
kerja yang dibutuhkan dalam membantu proses tugas-tugas admistrasi adalah
komputer. Berikut beberapa kemudahan penggunaan komputer;
1. Dengan
microsoft word tidak perlu lagi repot-repot berulang kali mengetik surat
2. Aplikasi
spreedsheet pada microsoft exceel dapat memudahkan pengerjaan laporan keuangan
3. Aplikasi
data base
4. Alat scanner
5. Lokal area
networking
6. Email
1. Analisis
jabatan
Menurut KBBI, adalah penyelidikan terhadap suatu
peristiwa (karangan, perbuatan) untuk mengetahui keadaan yang sebenarnya (sebab
musabab, duduk perkara
Manfaat analisa jabatan adalah untuk memberikan
informasi mengenai hal-hal yang berhubungan dengan uraian pekerjaan (job
description), spesifikasi pekerjaan (job specification), dan evaluasi pekerjaa
(job evaluation)
Analisis jabatan berguna untuk:
a. Perekrutan
dan seleksi karyawan
b. Kompensasi
gaji karyawan
c. Evaluasi
jabatan
d. Penilaian
prestasi kerja karyawan
e. Pelatihan
(training)
f. Promosi dan
pemindahan karyawan
g. Organisasi
h. Memperkaya pekerjaan
i. Penyederhanaan
pekerjaan
j. Penempatan
karyawan
2. Rekrutmen
Menurut KBBI, rekrutmen adalah pengerahan, masalah
tenaga kerja. Rekrutmen adalah proses usaha untuk mencari dan mempengaruhi
tenaga kerja agar mau melamar untuk lowongan kerja yang ada dalam suatu
perusahaan atau instansi, baik instansi swasta maupun pemerintah.
a. Penentuan
dasar rekrutmen
Rekrutmen
harus berpedoman pada spesifikasi pekerjaan yang telah ditentukan unuk mengisi
jabatan tersebut. Spesifikasi harus diuraikan secara jelas agar pelamar
mengetahui kualifikasi apa saja yang dibutuhkan.
b. Penentuan
sumber-sumber rekrutmen
1) Sumber
internal
Adalah
tenaga kerja atau karyawan yang akan mengisi suatu lowongan kerja diambil dari
dalam perusahaan tersebut, dengan cara mutasi atau pemindahan karyawan yang
memenui spesifikasi ke suatu bagian tertentu yang kosong atau untuk mengisi
tugas baru
Keunggulan
sumber internal:
a) Meningkatkan
kinerja dan kedisiplinan karyawan, karena terdapat peluang untuk promosi
b) Loyalitas
karyawan menjadi besar/tinggi terhadap perusahaan
c) Biaya
rekrutmen dapat ditekan, karena tidak perlu biaya untuk iklan
d) Waktu
perekrutan relatif singkat
Kelemahan
sumber internal:
a) Kurang
membuka kesempatan untuk angkatan kerja baru yang berada di luar perusahaan
b) Kurang ada
wibawa bagi karyawan yang dimutasikan
2) Sumber
eksternal
Adalah
tenaga kerja atau karyawan yang akan mengisi mengisi kerja yang diambil dari
luar perusahaan, antara lain sebagai berikut:
a) Pelamar
datang sendiri
b) Kantor dinas
tenaga kerja
c) Lembaga-lembaga
pendidikan
d) Pemuatan
iklan/advertising
e) Referensi
seseorang/rekanan karyawan
f) Mengambil
dari perusahaan lain
g) Nepotisme
Keunggulan
sumber eksternal
a) Kewibawaan
karyawan yang diterima relatif baik
b) Kemungkinan akan
membawa sistem kerja baru
Kelemahan
sumber eksternal
a) Kurang ada
kesempatan bagi karyawan untuk promosi
b) Biaya
rekrutmen relatif besar karena ada biaya iklan dan biaya tahapan seleksi
c) Waktu
rekrutmen akan lama
d) Loyalitas
terhadap perusahaan belum bisa diketahui
c. Metode-metode
rekrutmen
1) Metode
tertutup
Yaitu
pelaksanaan rekrutmen di kalangan terbatas, hanya untuk karyawan atau
orang-orang tertentu saja, sehingga lamaran yang masuk tidak banyak, dengan
demikian akan sulit memperoleh karyawan yang baik
2) Metode
terbuka
Yaitu
pelaksanaan rekrutmen yang diumumkan melalui iklan di media massa. Hal ini
dilakukan untuk mendapatkan banyak lamaran, sehingga kesempatan memperoleh
karyawan yang baik dan andal menjadi lebih besar
d. Kendala-kendala
rekrutmen
1) Kebijakan
perusahaan. Biasanya menyangkut gaji
2) Persyaratan
jabatan. Semakin banyak persyaratan yang dipenuhi semakin sedikit minat.
3) Soliditas
perusahaan. Besar kecilnya perusahaan dan soliditasnya
4) Metode
pelaksanaan rekrutmen. Sistem terbuka dan tertutup mempengaruhi minat pelamar
5) Kondisi
pasar tenaga kerja. Tinggi rendahnya tingkat penawaran tenaga kerja
6) Kondisi
lingkungan eksternal. Kondisi perekonomian dan banyak pesaing
3. Seleksi
Menurut KBBI, seleksi adalah pemilihan (untuk
mendapatkan yang terbaik); metode prosedur yang dipakai oleh bagian personalia
ketika memilih orang untuk mengisi lowongan pekerjaan
Dalam melakukan seleksi harus memperhatikan hal-hal
berikut:
· Seleksi harus efisien dan efektif
· Harus memperhatikan peraturan-peraturan
pemerintah yang berlaku
· Petugas seleksi harus cerdas dan
jujur
· Pengertian “orang yang tepat pada
tempat yang tepat” harus diperhatikan dan diartikan secara dinamis
a. Proses
seleksi
Penyaring
pelamar
Tes
Wawancara
awal
Evaluasi latar
belakang dan referensi
Wawancara
mendalam
Tes
kesehatan/fisik
Pengambilan
keputusan
b. Langkah-langkah
seleksi personil kantor
1) Seleksi
administratif
Biasanya
dilihat dari kebenaran informasi surat lamaran
2) Penarikan
tenaga kerja
3) Klasifikasi
jabatan
4) Tes dan
wawancara
a) Tes
Tujuan
diadakan tes à untuk mengetahui tingkat
kepandaian, kecakapan dan kepribadian pelamar/calon karyawan
Tes terdiri
dari sebagai berikut:
· Tes individuà tes
kemampuan yang dilakukan secara perorangan, biasa dilakukan dengan praktik
· Tes kelompokà tes
kemampuan yang dilakukan secara bersama, biasa dilakukan dengan praktek atau
tertulis
· Tes intelegensià tes untuk
mengetahui tingkat kecerdasan
· Tes minatà tes untuk
mengetahui minat pelamar
· Tes kepribadianà untuk
mengetahui kepribadian pelamar
· Tes bakatà untuk
mengukur bakat pelamar
· Tes kesehatanà tes untuk
mengetahui kesehatan pelamar
b) Wawancara
Tujuan
wawancara:
· Memastikan bahwa pelamar benar-benar
berminat untuk bekerja
· Memastikan kebenaran data tertulis
pelamar
· Memastikan pelamar yang dipilih
adalah orang yang tepat
· Memberikan informasi kepada pelamar
tentang perusahaan
· Ajang promosi bagi perusahaan
Umumnya ada
dua jenis wawancara
· Wawancara subjektif
Dalam
wawancara ini terkadang masih terjadi unsur subjektivitas. Walau bagaimanapun
pewawancara juga manusia biasa, kadang pewawancara cenderung melihat hal-hal
negatif pada diri pelamar, ada rasa suka tidak suka, sehingga wawancara tidak
berjalan secara objektif.
· Wawancara objektif
Agar wawancara
berlangsung secara objektif, harus memperhatikan hal-hal berikut:
- Pewawancara
bersikap netral, tidak berpihak pada salah satu pelamar, tidak membedakan suku
bangsa dan agama pelamar.
- Pewawancara
adalah seorang ahli dan mempunyai pengetahuan umum yang baik serta pengetahuan
yang luas tentang perusahaan.
- Pewawancara
sebaiknya menyimak dengan baik setiap jawaban pelamar dan tidak bersikap acuh
tak acuh
- Pewawancara
sebaiknya mencatat semua hasil wawancara secara singkat, jelas dan sistematis.
- Tempat
wawancara sebaiknya di ruang tertutup dan diusahakan menciptakan suasana
bersahabat, sehingga diharapkan pelamar bisa bebas mengemukakan pendapatnya.
5) Penempatan
personil kantor
Apabila
proses seleksi telah selesai, pelamar yang diterima ditempatkan di suatu bagian
tertentu.
Penempatan
tidak hanya berlaku bagi karyawan baru tetapi berlaku pula bagi karyawan lama
yang mengalami mutasi.
c. Tujuan
seleksi
Untuk
memperoleh karyawan yang:
1) Qualified
dan profesional
2) Jujur dan
disiplin
3) Inovatif dan
bertanggung jawab
4) Cakap dengan
penempatan yang tepat
5) Kreatif dan
dinamis
6) Berdedikasi
tinggi
7) Memenuhi
syarat Undang-undang perburuhan
8) Dapat
bekerja sama
9) Dapat
bekerja mandiri
10) Mudah
berkembang
11) Mempunyai
budaya dan perilaku malu
d. Cara-cara
seleksi
1) Nonilmiah
Yaitu
seleksi yang dilakukan tidak berdasarkan kepada standar-standar kriteria atau
spesifikasi kebutuhan akan pekerjaan atau jabatan, tetapi hanya didasarkan
kepada perkiraan atau berdasarkan pengalaman saja.
Unsur-unsur
yang diseleksi:
a) Surat
lamaran bermaterai atau tidak
b) Ijazah
terakhir sekolah formal dan ijazah dari kursus-kursus
c) Surat
keterangan pengalaman pekerjaan
d) Surat
referensi dari seseorang atau instansi sebagai bahan pertimbangan
e) Wawancara
tatap muka/langsung
f) Penampilan
secara fisik si pelamar (appearance)
g) Garis
keturunan si pelamar
h) Bentuk
tulisan si pelamar
2) Ilmiah
Yaitu
seleksi yang didasarkan kepada job specification akan kebutuhan pekerjaan dan
jabatan yang harus segera diisi berdasarkan kriteria-kriteria tertentu.
Unsur-unsur
seleksi ilmiah:
a) Berorientasi
kepada kebutuhan nyata karyawan baru
b) Berorientasi
kepada prestasi kerja
c) Berpedoman
pada metode kerja yang jelas dan sistematis
d) Berdasarkan
pada job analysis dan ilmu sosial lainnya
e) Berpedoman
pada undang-undang perburuhan
e. Kualifikasi
seleksi
Kualifikasi
dasar seleksi biasanya meliputi:
1) Umur
2) Keahlian
3) Pendidikan
4) Kesehatan
fisik
5) Jenis
kelamin
6) Bakat
7) Tampang/wajah
8) Karakter
9) Pengalaman
kerja
10) Kejujuran
11) Kerja sama
12) Kedisiplinan
13) Inisiatif
dan kreatif
f. Tingkatan
seleksi
Ada 3,
yaitu:
1) Seleksi
tingkat pertama: mencakup semua tahapan seleksi sejak pembuatan surat lamaran
sampai pelamar dinyatakan diterima
2) Seleksi
tingkat kedua: dilakukan pada karyawan dengan status masa percobaan, lama masa
percobaan sekitar 3 bulan, 6 bulan atau 1 tahun
3) Seleksi
tingkat ketiga: dengan mengikuti tahapan pra jabatan, kemudian mereka akan
dipromosikan menjadi karyawan tetap.
Secara umum
langkah-langkah pengadaan personil kantor:
1) Menetapkan
perencanaan kepegawaian
2) Menentukan
penarikan karyawan dari sumber-suber tenaga kerja, baik intern maupun ekstern
3) Membuat
iklan lowongan kerja
4) Menerima
surat lamaran dari calon tenaga kerja
5) Mengadakan
seleksi atau penyaringan administratif
6) Menentukan
diterima atau tidaknya lamaran kerja yang masuk
7) Menyiapkan
segala perangkat seleksi ( seperti soal-soal, pedoman penilaian maupun standar
kelulusan)
8) Melakukan
pemanggilan bagi calon karyawan yang memenuhi syarat untuk mengikuti tes/ujian
9) Mengadakan
seleksi karyawan, berupa tes lisan, tertulis, intelegensi, psikotes dan tes
kesehatan jasmani.
10) Memeriksa
hasil tes dan menentukan rangking serta jumlah calon yang lulus.
11) Memanggil
calon karyawan yang lulus untuk mengikuti masa percobaan.
12) Mengangangkat
karyawan dengan surat keputusan, dalam status masa percobaan.
13) Calon
karyawan mengikuti orientasi masa percobaan
14) Melakukan
penilaian selama calon karyawan mengikuti masa orientasi
15) Menentukan
lulus tidaknya masa orientasi
16) Membuat
surat keputusan pengangkatan karyawan berstatus karyawan tetap
17) Menempatkan
karyawan pada jenjang jabatan tertentu dengan tugas, wewenang dan tanggung
jawab sebagai karyawan tetap
18) Melakukan pembinaan
dan pemeliharaan terhadap karyawan, agar para karyawan berkembang dan dapat
bertahan bekerja
1. Persyaratan
pengetahuan
Biasanya diukur dengan tingkat pendidikan formal
2. Persyaratan
ketrampilan
Menurut The Liang Gie, dalam buku administrasi
perkantoran modern, seorang personil kantor dinyatakan terampil bekerja,
apabila karyawan administrasi tersebut telah mampu dengan baik melaksanakan
tugas-tugas pelayanan yang mencakup enam pola kegiatan:
a. Menghimpun
b. Mencatat
c. Mengolah
d. Menggandakan
e. Mengirim
f. menyimpan
3. Persyaratan
kepribadian
Kepribadian adalah keseluruhan watak dan sifat
seseorang.ciri-ciri yang menyangku kepribadian:
· Cara berbicara dan cara berjalan
· Sikap badan pada saat duduk
· Sikap luwes dan cara berbusana yang
serasi disesuaikan dengan waktu dan acaranya
· Sifat bersih dan rapi
· Sifat yang berkaitan dengan menjaga
kesehatan diri
· Sifat yang berkaitan dengan
kemampuan dari ketrampilan dalam bekerja
· Sifat agamis yang berkaitan dengan
segi kerohanian
Syarat
kepribadian yang diperlukan seorang personil kantor:
a. Loyalitas
(kesetiaan terhadap perusahaan) sehingga tercipta “sense of belonging” atau
rasa memiliki dan saling menjaga
b. Tekun dan
rajin
c. Kesabaran
d. Kerapian
e. Dapat menyimpan
rahasia
1. Pengertian
pelatihan dan pengembangan
a. Menurut
KBBI, pelatihan adalah proses, cara, perbuatan melatih.
b. Adalah suatu
kegiatan dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan personil
karyawan kantor untuk melaksanakan pekerjaan tertentu
c. Adalah
kegiatan yang dilaksanakan oleh perusahaan/instansi pemerintah atau swasta yang
bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keahlian, ketrampilan dan mental
personil kantor.
d. Menurut
intruksi presiden no. 15 tahun 1974 pelatihan adalah bagian pendidikan yang
menyangkut proses belajar untuk memperoleh dan meningkatkan ketrampilan di luar
sistem pendidikan yang berlaku dalam waktu relatif singkat dengan metode yang
lebih mengutamakan praktik daripada teori.
Dari
beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bawah pelatihan adalah kegiatan
peningkatan kemampuan dan keterampilan teknis karyawan untuk melaksanakan
pekerjaan.
Menurut
Wexley dan Yukl dalam buku Perilaku organisasi dan psikologi personali,
pengembangan adalah peningkatan kemampuan dalam pengambilan keputusan dan
memperluas hubungan manusia (human relation) bagi karyawan tingkat menengah dan
atas.
2. Manfaat
pelatihan
Untuk meningkatkan kualitas pengetahuan, bakat, dan
ketrampila para personil kanor baik yang lama maupun yang baru. Manfaat
pelatihan lainnya:
a. Dapat
meningkatkan kinerja personil/karyawan kantor
b. Karyawan
dapat berkembang dengan lebih cepat
c. Memperbaiki
cara kerja karyawan, sehingga dapat menyesuaikan dengan perkembangan organisasi
d. Karyawan
akan mampu bekerja dan melaksanakan tugas dengan baik, efisien dan efektif
e. Karyawan
diberi kesempatan untuk mengembangkan potensi diri
f. Diharapkan
mampu meningkatkan etos kerja karyawan dan meningkatkan produktivitas
3. Jenis dan
tujuan pelatihan
a. Supervisory
training
Adalah
pelatihan yang bertujuan membantu perusahaan untuk membimbing para karyawan,
dimana para peserta pelatihan ditugaskan sebagai instruktur untuk melatih
karyawan
b. Administrative
training
Adalah
pelatihan yang bertujuan memberikan pengetahuan tentang bagaimana mempraktikkan
teknik-teknik kerja yang berhubungan dengan pekerjaan kantor
c. Office
method training
Adalah
pelatihan yang bertujuan melatih karyawan tentang bagaimana cara-cara melakukan
pekerjaan rutin, khususnya bidang kesekretariatan
d. Refreshing
training
Adalah
pelatihan yang bertujuan melatih karyawan tentang pekerjaan yang sudah dimiliki
oleh karyawan sebelumnya
Tujuan pelatihan:
1) Meningkatkan
pengetahuan dan ketrampilan karyawan
2) Mengembangkan
keahlian karyawan agar dapat bekerja secara efisien dan efektif
3) Mengubah dan
membentuk sikap karyawan
4) Mengembangkan
semangat, kesenangan, dan kemauan kerja karyawan
5) Memudahkan
pengawasan terhadap karyawan
4. Prinsip-prinsip
pelatihan
a. Prinsip
perbedaan individu (setiap individu memiliki kemampuan, tingkat pendidikan,
minat dan pengalaman
b. Prinsip
pengembangan karyawan
5. Komponen
pelatihan dan pengembangan
a. Sasaran dan
tujuan pelatihan dan pengembangan harus disesuaikan dengan sasaran dan tujuan
yang akan dicapai
b. Materi
pelatihan dan pengembangan harus disesuaikan dengan kemampuan peserta pelatihan
c. Metode
pelatihan harus memenuhi persyaratan yang telah ditentukan
d. Para pelatih
(trainers) harus memiliki kualifikasi yang memenuhi syarat
6. Prinsip-prinsip
perencanaan pelatihan dan pengembangan
Mc. Gehee (1979), merumuskan prinsip-prinsip pelatihan
dan pengembangan sebagai berikut:
a. Materi harus
diberikan secara sistematis dan bertahap
b. Tahapan-tahapan
tersebut harus disesuaikan dengan tujuan yang hendak dicapai.
c. Trainers/
pelatih harus mampu memotivasi dan menyebarkan respon yang berhubungan dengan
serangkaian materi pelajaran
d. Adanya
penguat untuk membangkitkan respon positif dari peserta
e. Menggunakan
konsep shaping (pembentukan) perilaku
7. Tahapan-tahapan
penyusunan pelatihan dan pengembangan
a. Menetapkan
sasaran dan tujuan pelatihan dan pengembangan
b. Mengidentifikasi
kebutuhan pelatihan dan pengembangan
c. Menetapkan
metode pelatihan dan pengembangan
d. Menetapkan
kriteria keberhasilan beserta alat ukurnya
e. Melakukan
percobaan (try out) dan melakukan revisi
f. Mengevaluasi
hasil pelatihan dan pengembangan
8. Tujuan
pelatihan dan pengembangan
a. Meningkatkan
produktivitas dan kualitas kerja
b. Meningkatkan
ketetapan sumber daya manusia
c. Meningkatkan
sikap moral dan semangat kerja
d. Meningkatkan
rangsangan agar karyawan dapat berprestasi maksimal
e. Meningkatkan
penghayatan jiwa dan ideologi
f. Meningkatkan
kesehatan dan keselamatan kerja
g. Meningkatkan
perkembangan karyawan
h. Menghindarkan
keusangan
9. Faktor-faktor
yang harus diperhatikan dalam pelatihan dan pengembangan
a. Perbedaan
masing-masing karyawan
b. Hubungan
dengan analisis jabatan
c. Motivasi
d. Partisipasi
aktif
e. Seleksi
peserta pelatihan
f. Metode
pelatihan dan pengembangan
10. Kebutuhan
pelatihan dan pengembangan
Ernest J. Mc. Cormick dalam buku industri dan
organisasi psikologi, kebutuhan terhadap program pelatihan dan pengembangan
adalah bawah organisasi/perusahaan perlu melibatkan sumber daya (karyawannya)
pada aktivitas pelatihan.
1. Pengertian
mutasi
Menurut KBBI, mutasi adalah pemindahan karyawan dari
satu jabatan ke jabatan lain. Mutasi dapat dilakukan secara horizontal (rotasi kerja/transfer)
ataupun vertikal (promosi dan demosi)
Mutasi dilakukan karena:
a. Atas
keinginan perusahaan
Alasannya:
1) Perusahaan
tengah melakukan upaya untuk menjamin kelangsungan pekerjaan karyawan tersebut
dan ingin menunjukkan bahwa karyawan tersebut dimutasi bukan karena hukuman
2) Perusahaan
ingin meyakinkan bawah karyawan tidak diberhentikan
3) Dilakukan
untuk penyegaran suasana kerja
b. Atas
keinginan sendiri
Alasan
mutasi:
1) Karyawan
merasa sudah tidak sesuai lagi dengan keinginan dan kondisi fisiknya
2) Karyawan
yang bersangkutan merasa tidak bisa bekerja sama lagi dengan teman sekerjanya
atau bahkan dengan atasannya
2. Cara mutasi
a. Horizontal
(rotasi kerja/mutasi biasa)
Adalah
pemindahan karyawan dari satu posisi / jabatan / tempat / pekerjaan ke posisi /
jabatan / tempat / pekerjaan yang lain yang setara tanpa diikuti dengan
kenaikan atau penurunan jabatan.
Manfaat
rotasi/mutasi biasa:
1) Untuk
memenuhi kekurangan karyawan di bagian lain, sehingga tidak perlu mengambil
tenaga kerja dari luar.
2) Untuk
memenuhi keinginan karyawan, disesuaikan dengan minat, keahlian, dan bidang
tugas dan kemampuannya
3) Untuk
mengatasi rasa jenuh dan bosan karyawan terhadap pekerjaan, jabatan dan suasana
tempat kerja
4) Untuk
memberikan motivasi kepada karyawan dalam mengembangkan kemampuannya
b. Vertikal
(promosi dan demosi)
1) Promosi
a) Pengertian
promosi
Adalah
pemindahan karyawan dari satu jabatan ke jabatan lain yang lebih tinggi
disertai dengan wewenang dan tanggung jawa yang lebih besar.
Promosi dapat
juga diartikan sebagai:
· Promosi adalah perubahan dalam
kekuasaan, derajat, dan pangkat
· Promosi adalah perubahan jabatan
lama ke jabatan baru yang lebih tinggi tanggung jawab dan kekuasaannya
· Promosi adalah kenaikan
pangkat/jabatan/ yang disertai dengan kekuasaan dan tanggung jawab yang lebih
besar daripada kekuasaan dan tanggung jawab sebelumnya
· Promosi adalah kemajuan seorang
karyawan dalam melaksanakan tugas, sehingga diberi tugas dan tanggung jawab
yang lebih besar lagi dengan gaji yang lebih besar pula.
b) Manfaat
promosi
· Untuk meningkatkan semangat dan
gairah kerja karyawan
· Untuk menciptakan persaingan yang
sehat antar karyawan dalam melaksanakan tugas pekerjaan
· Untuk membina jenjang karir karyawan
· Untuk mengembangkan kemampuan karyawan
· Untuk mengisi formasi jabatan
tertentu dengan memanfaatkan sumber daya manusia dari dalam/internal perusahaan
· Sebagai jaminan bagi karyawan, bahwa
setiap karyawan akan diberi kesempatan untuk maju
c) Syarat-syarat
promosi
· Ada formasi/lowongan jabatan,
biasanya karena ada karyawan yang mengundurkan diri, pindah, pensiun, atau
meninggal dunia
· Karyawan yang bersangkutan sudah
memenuhi syarat yang telah ditetapkan dalam analisis jabatan
· Karyawan tersebut telah lulus
seleksi
· Karyawan mempunyai
kemampuan/kecakapan untuk mengisi posisi/jabatan tersebut
· Promosi harus dilakukan berdasarkan
metode penilaian objektif
· Kebijakan pelaksanaan program
promosi harus terbuka dan disampaikan kepada seluruh karyawan
d) Evaluasi
promosi
Evaluasi dilakukan
dengan membuat kuesioner (daftar pertanyaan) dan menjawabnya. Hal-hal yang
perlu di evaluasi:
· Apakah promosi juga diikuti kenaikan
pangkat/jabatan?
· Apakah promosi dibatasi hanya pada
bagian yang ada lowongan jabatan atau pada lowongan jabatan di semua bagian?
· Bagian/bidang apa saja yang akan
menjadi persaingan?
· Apakah promosi diperuntukkan bagi
karyawan di bagian tertentu ssaja, atau di bagian-bagian lain dalam suatu
perusahaan?
· Apakah karyawan di luar perusahaan
diperkenankan ikut bersaing dalam promosi jabatan?
· Bagaimana sistem penilaian untuk
menentukan kemampuan karyawan yang berhak mendapatkan promosi?
e) Senioritas
dalam promosi
Adalah
kenaikan jabatan atau promosi yang diberikan atas dasar masa kerja karyawan.
Artinya dalam pelaksanaan promosi, masa kerja atau lamanya karyawan bekerja
lebih diutamakan atau karyawan yang telah lama bekerja mendapat prioritas utama
dalam memperoleh promosi jabatan.
Sistem
senioritas ini bertujuan agar karyawan tidak pindah dan tetap bekerja pada suatu
perusahaan
f) Mempersiapkan
calon yang akan dipromosikan
Sebelum
promosi jabatan, sebaiknya pihak manajemen mempersiapkan terlebih dahulu dengan
melakukan pengaderan karyawan, karena melalui pengaderan:
· Karyawan diberi kesempatan untuk
mempersiapkan diri dalam hal kemampuan, kecakapan maupun mental dengan
sebaik-baiknya
· Diharapkan dapat membentuk watak dan
sikap karyawan, sebelum karyawan tersebut menduduki jabatan yang baru
· Dapat menciptakan loyalitas yang
tinggi, disiplin, dan semangat kerja bagi karyawan yang akan dipromosikan
· Diharapkan karyawan yang
dipromosikan dapat meraih keberhasilan dalam melaksanakan tugasnya
g) Pengaruh-pengaruh
dalam melaksanakan promosi
· Berpengaruh positif, apabila
dilaksanakan secara objektif melalui persaingan yang sehat.
· Berpengaruh negatif, apabila
dilakukan secara tidak objektif, sehingga mengakibatkan hal-hal berikut:
- Pertentangan
antarsesama karyawan
- Pertentangan
antara atasan dan bawahan
- Sikap saling
curiga antar karyawan dan antara atasan dan bawahan sehingga suasana kerja
tidak harmonis lagi
- Rendahnya
semangat kerja, disiplin, dan loyalitas karyawan
Terdapat
karyawan yang ambisius dalam mengejar jabatan, sehingga karyawan tersebut
menghalalkan segala cara
2) Demosi
Adalah
pemindahan karyawan dari satu jabatan ke jabatan lain yang lebih rendah dalam
suatu organisasi, sehingga wewenang, tanggung jawab, pendapatan, dan statusnya
pun tidak lebih rendah. Hal ini terjadi karena karyawan tidak mampu
melaksanakan pekerjaan
Penurunan
terjadi karena beberapa hal, antara lain:
a. Karyawan
melakukan tindakan yang merugikan perusahaan, sehingga perlu diberikan hukuman
b. Membangkang,
contoh: menolak jabatan baru, ingin tetap di jabatan lama. Terjadi karena
jabatan baru tidak cocok(misal: secara fisik tidak sanggup, beban tanggung
jawab terlalu besar, atau gaji tidak sesuai)
c. Perusahaan
tengah mengalami krisi keuangan sehingga perusahaan melakukan reorganisasi atau
perampingan karyawan, untuk penghematan, beberapa karyawan diberi jabatan lebih
rendah
d. Pengaruh
dari keadaan pasar tenaga kerja, dimana supply (penawaran) melebihi demand
(permintaan)
e. Karyawan
tidak mampu mengerjakan tugas dan pekerjaannya.
3. Macam-macam
mutasi
a. Ditinjau
dari tempat kerja karyawan
1) Mutasi
antarurusan
2) Mutasi antarseksi
3) Mutasi
antarbagian
4) Mutasi
antarbiro
5) Mutasi
antarinstansi
b. Ditinjau
dari tujuan dan maksud mutasi
1) Production
transfer, yaitu mutasi pada jabatan yang sama, karena produksi di tempat yang
lama menurun
2) Replacement
transfer, yaitu mutasi dari jabatan yang sudah lama dipegang ke jabatan yang
sama di bagian lain, untuk menggantikan karyawan yang belum lama bekerja atau
karyawan yang diberhentikan
3) Versatility
transfer, yaitu mutasi dari jabatan yang satu ke jabatan lain untuk menambah
pengetahuan karyawan yang bersangkutan
4) Shift
transfer, yaitu mutasi dalam jabatan yang sama. Misalnya, shift A (malam)
pindah ke shift B (pagi)
5) Remedial
transfer, yaitu mutasi karyawan ke bagian mana saja untuk memupuk dan
memperbaiki kerja sama antarkaryawan
c. Ditinjau
dari masa kerja karyawan
1) Temporary
transfer, yaitu mutasi yang bersifat sementara untuk mengganti karyawan yang
cuti atau berhalangan
2) Permanent
transfer, yaitu mutasi yang bersifat tetap
1. Penyebab
terjadinya pemutusan hubungan kerja
a. Pemberhentian
atas kehendak perusahaan
Karena
karyawan tersebut melakukan kesalahan fatal (misal: korupsi/tindak pidana
penipuan)
b. Dalam rangka
melaksanakan perampingan/pengurangan karyawan (karena perusahaan mengalami
kerugian terus menerus)
c. Karena
permintaan sendiri/inisiatif sendiri
d. Karena sudah
mencapai usia pensiun
e. Karena
sakit, sehingga tidak dapat melaksanakan tugas lagi
f. Tidak cakap
jasmani dan rohani
g. Melakukan
pelanggaran peraturan disiplin karyawan
h. Meninggal
dunia
i. Terkena
wajib militer
j. Tersangkut
partai terlarang
Tingkatan
pemberhentian dari pihak perusahaan ada dua macam:
1.
pemberhentian dengan hormat (misal:pensiun)
2.
pemberhentian dengan tidak hormat (misal: karena kesalahan fatal)
2. Hak dan
kewajiban personil kantor yang diberhentikan
Pemberhentian karyawan swasta dikenal istilah PHK,
pemberhentian karyawan negeri, dikenal istilah pensiun, akan menimbulkan hak
bagi karyawandan kewajiban bagi perusahaan/instansi.
Diatur dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja No.
PRE-04/MEN/1986, yaitu:
a. Uang
pesangon
1) Masa kerja
kurang dari 1 tahun: 1 bulan upah bruto/kotor
2) 1 tahun atau
lebih tetapi kurang dari 2 tahun: 2 bulan upah bruto
3) 2 tahun atau
lebih tetapi kurang dari 3 tahun: 3 bulan upah bruto
4) 3 tahun atau
lebih tetapi kurang dari 4 tahun: 4 bulan upah bruto
5) 4 tahun atau
lebih: 5 bulan upah bruto
Untuk
pensiun pegawai negeri ditetapkan sebagai berikut
1) Apabila yang
bersangkutan masih hidup, pembayarannya sebesar 75% dari gaji pokok
2) Untuk istri
atau suami yang ditinggal sebesar 40% x 75% dari gaji pokok
3) Untuk anak
yang ditinggal, sebesar 255 x 75% dari gaji pokok
b. Uang jasa
1) Masa kerja 5
tahun atau lebih tetapi kurang dari 10 tahun adalah 2 bulan upah bruto
2) Masa kerja
10 tahun atau lebih tetapi kurang dari 15 tahun adalah 3 bulan upah bruto
3) Masa kerja
15 tahun atau lebih tetapi kurang dari 20 tahun adalah 4 bulan upah bruto
4) Masa kerja
20 tahun atau lebih tetapi kurang dari 25 tahun adalah 5 bulan upah bruto
5) Masa kerja
25 tahun atau lebih adalah 6 bulan upah bruto
c. Uang ganti
rugi
1) Menurut
pasal 10 ayat 4 UU No. 24 tahun 1969, ketentuan pemberian uang ganti rugi
adalah “kepada tenaga kerja yang mendapat kecelakaan dan atau menderita penyakit
akibat pekerjaan, berhak atas ganti rugi perawatan dan rehabilitasi”.
Dalam hal
ini seorang tenaga kerja meninggal dunia akibat kecelakaan atau penyakit akibat
pekerjaan, ahli warisna berhak menerima ganti rugi dan besar kecilnya ganti
kerugian diatur oleh undang-undang
2) Menurut UU
kecelakaan tahun 1951:
a) Sementara
tidak mampu bekerja, uang tunjangan besarnya sama degan upa tiap ari, terhitung
mulai pada hari buruh tidak menerima upah lagi, baik penuh maupun sebagian
dibayar paling lambat 120 hari. Jikalau lewat 120 hari buruh itu belum mampu
bekerja, maka uang tersebut menjadi 50% dari upah sehari untuk tiap-tiap hari
dan dibayar selama buruh tidak mampu bekerja
b) Tidak mampu
bekerja selama-lamanya, sebagian uang tunjangan, karena itu ditetapkan sekian %
dari upah sehari untuk tiap-tiap hari
Endang R,
Mulyani, dkk. 2010. Modul Memahami Prinsip-Prinsip Penyelenggaraan Administrasi
Perkantoran. Jakarta: Erlangga

Tidak ada komentar:
Posting Komentar